Klenteng Tri Dharma dari 1864 di sisi selatan alun-alun Kota Magelang.
Insider tip
Menjelang Imlek klenteng ini dipenuhi lampion. Datang pada malam hari untuk melihatnya menyala.
Kids: plan ahead
Tempat ibadah aktif. Datang di luar jam sembahyang dan jangan memotret orang berdoa tanpa izin. Menjelang Imlek ramai lampion.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Tempat ibadah Tri Dharma di dekat alun-alun Kota Magelang, didirikan pada 1864 oleh Kapitein Be Koen Wie di atas tanah miliknya. Klenteng ini jadi pusat kegiatan komunitas Tionghoa Magelang, termasuk perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Kehadirannya berkaitan dengan masa sesudah Perang Diponegoro yang berakhir pada 1830.
Letaknya di sudut alun-alun menunjukkan posisi komunitas Tionghoa dalam tata kota kolonial Magelang, tidak jauh dari masjid agung dan pusat pemerintahan.
Pengunjung umum boleh melihat-lihat di luar jam sembahyang, asal tidak memotret orang yang sedang berdoa tanpa izin.