ShoppingPasar batik terbesar Solo, di sebelah Keraton
Insider tip
Menawar itu biasa; mulai dari sekitar separuh harga yang disebut. Untuk batik tulis asli, minta pedagang menunjukkan bagian belakang kain: motifnya tembus sama jelas di dua sisi.
Pasar tekstil dua lantai di sebelah Keraton Surakarta dan Masjid Agung, dengan sekitar 1.400 pedagang dan 2.000 kios. Isinya batik tulis dan cap dari Solo, Yogya, Pekalongan, sampai Madura, ditambah pakaian jadi dan kerajinan. Bangunan permanennya diresmikan 1970; sebagian besar terbakar akhir 2014 dan dibangun kembali.
Namanya dari cara pedagang zaman Jepang menjajakan batik: kain disampirkan di bahu sampai "kleweran". Sebelumnya bernama Pasar Slompretan, dari bunyi terompet kereta di stasiun sebelah.
Ramai dari pagi sampai sore, sepi sesudah pukul 16.00. Datang pagi hari kerja kalau ingin leluasa memilih. Bawa tunai, banyak kios belum menerima kartu.