Katedral Keuskupan Agung Palembang dengan kaca patri, ornamen songket, dan miniatur Jembatan Ampera.
Insider tip
Cari motif songket dan bentuk Jembatan Ampera di ornamen fasad. Detail itu yang membedakan katedral ini dari gereja neo-gotik lain.
Gereja katedral Keuskupan Agung Palembang yang paroki pertamanya berdiri pada 1 Oktober 1941 di bawah Mgr. H. M. Mekkelholt, SCJ. Gedung barunya bergaya neo-gotik dengan kaca patri. Luasnya 1.667 meter persegi dan muat sekitar 900 jemaat. Ornamennya memadukan motif songket Palembang dan miniatur Jembatan Ampera.
Mekkelholt kemudian menjadi vikaris apostolik pertama lalu Uskup Palembang. Gedung baru dibuat untuk menggantikan bangunan lama yang sudah lama ingin diperbarui umat.
Masuk di luar jam misa dan berpakaian sopan. Kalau ingin melihat bagian dalam, datang menjelang misa sore akhir pekan saat pintu terbuka.