Desa adat dengan deretan tongkonan berumur ratusan tahun dan kubur batu di tebing belakangnya.
Insider tip
Datang pagi sebelum rombongan tur dari Makassar tiba. Di kolong lumbung ada perajin ukiran kayu; tanya motif ukirannya, karena tiap motif punya nama dan arti sendiri.
Kids: plan ahead
Kampung tongkonan di depan mudah dijalani. Jalan ke kubur batu di belakang berupa tangga batu, jadi pakai alas kaki yang tidak licin dan gandeng anak. Datang pagi sebelum rombongan tur.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Desa adat sekitar 4 km di tenggara Rantepao. Ada enam tongkonan yang berhadapan dengan dua belas lumbung padi, dan sebagian rumahnya diperkirakan berumur sekitar 300 tahun. Di tebing belakang desa ada kubur batu dan peti kayu (erong) yang diperkirakan berumur lebih dari 500 tahun. Salah satu tongkonan dipakai sebagai museum benda adat.
Desa ini cagar budaya dan juga tempat upacara adat keluarga, termasuk Rambu Solo' dan Rambu Tuka' (upacara masuk rumah baru). Sebagian makam dipasangi jeruji besi karena tau-tau, patung kayu orang yang meninggal, pernah dicuri dan dijual ke luar negeri.
Dari Rantepao cukup naik ojek atau motor sewaan, sekitar 15 menit. Ada tiket masuk di gerbang. Jalan ke kubur batu di belakang desa berupa tangga batu, jadi pakai alas kaki yang tidak licin.