Sulawesi Selatan, Indonesia
Dataran tinggi suku Toraja di Sulawesi Selatan, sekitar 300 km di utara Makassar. Titik kotanya Rantepao di Toraja Utara; Makale, ibu kota Tana Toraja, ada sekitar 17 km di selatannya. Orang datang untuk tongkonan, kubur batu di tebing, dan upacara kematian Rambu Solo' yang digelar keluarga, bukan untuk wisatawan.
Bahasa Toraja dipakai di rumah, bahasa Indonesia dimengerti semua orang
Bahasa
Warga berbicara bahasa Toraja di rumah dan di upacara, tetapi bahasa Indonesia dipahami di mana pun. Ucapan terima kasih dalam bahasa Toraja adalah kurre sumanga'. Di upacara Rambu Solo' Anda akan mendengar ma'badong, nyanyian duka yang dilantunkan laki-laki sambil bergandengan dalam lingkaran.
Rambu Solo' adalah pemakaman keluarga: datang sebagai tamu, dengan pakaian gelap dan tertutup
Etiket
Rambu Solo' digelar keluarga yang berduka, bukan pertunjukan. Tanggalnya ditentukan keluarga dan bisa berubah, jadi jangan percaya jadwal yang dijual sebagai paket wisata. Datanglah bersama pemandu atau kenalan keluarga, bawa buah tangan seperti gula, kopi, atau rokok untuk tuan rumah, dan pakai pakaian berwarna gelap yang tertutup bahu dan lutut. Minta izin sebelum memotret, dan jangan memotret jenazah atau keluarga yang sedang menangis dari dekat. Penyembelihan kerbau adalah bagian upacara yang terbuka; kalau tidak siap melihatnya, menjauhlah dengan tenang.
Babi biasa dipakai di Toraja; makanan halal ada di rumah makan Muslim
Kuliner
Sebagian besar orang Toraja beragama Kristen, dan babi adalah bahan utama di rumah dan di upacara, termasuk pa'piong yang dimasak di dalam bambu. Kalau Anda mencari makanan halal, cari rumah makan bertanda halal atau milik pendatang Bugis di Rantepao dan Makale. Di upacara, tuan rumah sering menyiapkan hidangan terpisah untuk tamu Muslim. Tanyakan saja.
Dari Makassar paling umum naik bus malam; di Toraja sewa motor atau mobil dengan sopir
Transportasi
Jarak Makassar ke Rantepao sekitar 300 km. Bus malam berangkat sore dari Makassar dan tiba pagi di Rantepao. Ada juga penerbangan kecil ke Bandara Toraja di Mengkendek, tetapi jadwalnya sedikit dan mudah berubah. Di Toraja tidak ada angkutan umum yang menjangkau situs-situs di pedesaan, jadi sewa motor atau mobil dengan sopir setempat. Sopirnya sering bisa jadi pemandu juga.
Upacara banyak digelar selepas panen, sekitar Juni sampai Desember
Waktu Terbaik
Rambu Solo' dan upacara adat lain paling banyak digelar sekitar Juni sampai Desember, sesudah panen, saat keluarga punya waktu dan dana. Di sebagian wilayah ada Ma'nene', ritual membersihkan dan mengganti pakaian jenazah leluhur, yang biasanya digelar sekitar Agustus. Tanggal keduanya ditentukan keluarga dan kampung. Rantepao ada di dataran tinggi dan malamnya dingin, jadi bawa jaket sepanjang tahun.
No tours here yet. Check back soon.
Hari pasar, pagi
Local insight
$
Desa adat dengan deretan tongkonan berumur ratusan tahun dan kubur batu di tebing belakangnya.
$
Tebing batu berlubang-lubang dengan balkon tau-tau yang menghadap ke sawah.
$
Gua kubur alami di kaki tebing, dengan deretan tau-tau di dinding luarnya.
$
Pohon tarra' yang batangnya dilubangi untuk makam bayi, ditutup ijuk.
$
Kompleks bergaya tongkonan milik keluarga, berisi menhir, patung kerbau, dan tempat upacara.
$
Pasar Rantepao dengan bagian pasar kerbau, tempat tedong bonga ditawar ratusan juta rupiah.
$
Patung Yesus perunggu 40 meter di puncak bukit kapur di atas Makale.
$
Lapangan upacara dengan ratusan menhir yang didirikan untuk bangsawan yang meninggal.
$
Deretan tongkonan dengan tiang depan penuh tanduk kerbau dari upacara keluarga.
$
Gua kubur keluarga bangsawan Sangalla dengan deretan tau-tau dan erong tua.
$
Desa di lereng Gunung Sesean dengan sawah bertingkat dan pemandangan ke lembah Rantepao.