Lapangan upacara dengan ratusan menhir yang didirikan untuk bangsawan yang meninggal.
Insider tip
Rante ini masih dipakai. Kalau sedang ada upacara, tanya dulu ke keluarga atau pemandu apakah tamu boleh masuk, dan jangan berdiri di antara keluarga dan jenazah.
Kids: plan ahead
Situsnya terbuka dan bisa dikelilingi setengah jam. Rante ini masih dipakai upacara kematian. Kalau sedang ada upacara, tanya dulu apakah tamu boleh masuk bersama anak.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Kompleks megalit di Desa Bori, Sesean, Toraja Utara, dikenal juga sebagai Bori Parinding. Lapangannya berisi deretan menhir (simbuang batu) yang didirikan saat upacara kematian tingkat tertinggi, rapasan sapurandanan. Rante ini pertama dipakai sekitar 1717. Di batu-batu besar di sekitarnya ada liang kubur pahatan.
Menurut adat, tidak semua orang boleh mendirikan simbuang. Ukuran batu dan cara pembuatannya menunjukkan kedudukan sosial keluarga. Situs ini terdaftar sebagai cagar budaya sejak 2010.
Sekitar 20 menit dari Rantepao ke arah utara. Situsnya terbuka dan bisa dikelilingi dalam setengah jam. Ada tiket masuk yang dikelola Yayasan Kalimbuang Bori.