Masjid abad ke-16 yang dibangun pada masa Sunan Gunung Jati, tanpa kubah.
Insider tip
Azan di masjid ini pada waktu tertentu masih dikumandangkan beberapa orang bersamaan, sebuah tradisi lama. Tanyakan jadwalnya kalau ingin mendengarnya.
Masjid yang dibangun sekitar 1498 pada masa Sunan Gunung Jati, berdiri di sebelah Keraton Kasepuhan. Atapnya bertumpang tiga tanpa kubah, bentuk masjid Jawa awal sebelum pengaruh Timur Tengah masuk. Tiang utamanya kayu jati besar, sebagian konon disusun dari serpihan kayu. Pintu masuknya sengaja dibuat rendah sehingga orang harus menunduk saat masuk.
Pintu yang dibuat rendah bukan kesalahan ukuran. Bentuk itu memaksa siapa pun menundukkan kepala saat masuk, dan itu maknanya disengaja.
Masuknya gratis, tapi ini masjid aktif. Datang di luar waktu salat kalau ingin melihat bangunannya. Berpakaian tertutup, perempuan membawa kerudung.