Masjid hijau bermenara di pusat Ambon, berdiri sejak 1860 dan beberapa kali dibangun ulang.
Insider tip
Datang menjelang magrib. Warna hijau dan menaranya paling jelas saat lampu baru menyala.
Masjid di pusat Kota Ambon yang didirikan pada 1860, awalnya berdinding dan beratap daun rumbia. Pada 1898 masjid diperluas dan beratap seng. Banjir Sungai Wai Batu Gajah merobohkannya pada 1933. Bangunan semi permanen yang selesai 1940 ikut terbakar dalam kebakaran besar kota tahun itu, lalu dibangun lagi oleh warga.
Masjid ini melewati masa kolonial, pendudukan Jepang, sampai pergolakan RMS. Setiap kali rusak, jemaat membangunnya lagi dengan dana sendiri.
Letaknya dekat Masjid Raya Al-Fatah, keduanya bisa dikunjungi dalam satu jalan. Berpakaian tertutup dan datang di luar waktu salat.