
Maluku, Indonesia
Ibu kota Maluku, pelabuhan tua di teluk dalam yang dulu jadi pusat perdagangan cengkih dunia. Benteng-benteng VOC masih berdiri di pesisirnya. Dari sini kapal berangkat ke Kepulauan Banda dan Pulau Seram.
Musim hujan Maluku terbalik dari Jawa
Waktu Terbaik
Ambon memakai WIT, dua jam lebih awal daripada Jakarta. Yang sering mengejutkan pendatang: musim hujan di Maluku jatuh sekitar Juni sampai Agustus, kebalikan dari Jawa. Bulan paling kering justru sekitar Oktober sampai Maret, dan itu waktu terbaik untuk menyeberang ke Banda atau Seram. Jangan menyalin kalender liburan Jawa ke sini.
Angkot bermusik dan kapal yang bergantung cuaca
Transportasi
Angkot di Ambon dikenal karena audionya yang keras, dan rutenya ditandai di kaca depan. Bandara ada di seberang teluk, jadi perjalanan ke kota memakan waktu sekitar satu jam lewat darat. Kapal ke Banda dan Seram jadwalnya tidak setiap hari dan sering berubah karena cuaca; jangan menyusun rencana yang tidak punya hari cadangan.
Papeda dan ikan kuah kuning; babi ada di sebagian tempat
Kuliner
Makanan pokok di sini papeda, bubur sagu yang disantap dengan ikan kuah kuning. Coba juga kohu-kohu dan rujak Natsepa yang memakai pala muda. Ambon punya penduduk Muslim dan Kristen dalam jumlah berimbang, jadi babi ada di sebagian rumah makan sementara sebagian lain halal. Rumah makan biasanya menyatakannya dengan jelas, tetapi tetap tanyakan kalau ragu.
Desa disebut negeri dan dipimpin raja; jangan mengungkit konflik 1999
Etiket
Desa di Maluku disebut negeri dan dipimpin seorang raja dengan aturan adatnya sendiri. Izin masuk pantai atau lokasi tertentu diurus lewat struktur itu, jadi ikuti arahan warga. Ada juga pela gandong, ikatan persaudaraan antar-negeri yang menyeberangi batas agama. Konflik 1999 sampai 2002 masih menyakitkan bagi banyak orang; jangan mengangkatnya sebagai bahan obrolan ringan dengan orang yang baru dikenal.
Melayu Ambon terdengar akrab dan cepat
Bahasa
Melayu Ambon dipakai sehari-hari dan mudah diikuti kalau Anda tahu beberapa kata: beta untuk saya, ose untuk kamu, katong untuk kita, dan bae untuk baik. Nada bicaranya lebih keras dan cepat daripada di Jawa, dan itu bukan tanda marah.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
Nature$$$
Bungalo kayu di atas air dangkal di pesisir utara Seram, dengan karang yang terlihat dari permukaan.
$$$
Pulau pala yang dulu satu-satunya di dunia, dengan benteng dan rumah pedagang abad ke-17 di Banda Neira.
$
Museum negeri Maluku di dua gedung terpisah: koleksi budaya di satu sisi, kerangka paus di sisi lain.
Nature$
Tebing karang berlubang yang membentuk gerbang alami menghadap laut di selatan Pulau Ambon.
$
Pantai berpasir putih di utara Pulau Ambon dengan dermaga kayu yang jadi titik orang melompat.
Nature$
Pantai berair tenang di Desa Suli, terkenal karena rujak berbumbu kacang dengan potongan pala muda.
$
Benteng VOC bertingkat tiga di Hila, dibangun di atas bekas pos dagang Portugis.