Masjid raya Kalimantan Selatan di tepi Sungai Martapura, dinamai dari kitab Syekh Arsyad al-Banjari.
Insider tip
Halaman sisi sungai lebih sepi daripada sisi jalan dan menghadap langsung ke Sungai Martapura. Sore hari orang duduk di situ menunggu magrib.
Masjid raya Kalimantan Selatan di tepi Sungai Martapura, dibangun pada 1970-an dengan kubah tunggal besar dan halaman luas. Namanya diambil dari kitab karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Daya tampungnya ribuan orang dan jadi pusat kegiatan keagamaan kota.
Syekh Arsyad al-Banjari adalah ulama abad ke-18 yang karyanya dipakai di banyak tempat di Nusantara. Menamai masjid raya dengan judul kitabnya adalah cara provinsi ini menegaskan garis keilmuannya sendiri.
Ada di pusat kota dekat Menara Pandang, jadi keduanya bisa dijalani kaki dalam satu sore. Terbuka untuk pengunjung di luar waktu salat, dan ada jubah pinjaman di pintu masuk.