Kalimantan Selatan, Indonesia
Kota di Kalimantan Selatan yang dibelah kanal dan sungai, dijuluki kota seribu sungai. Pasar terapungnya buka sebelum matahari terbit dan hidup di atas perahu, bukan di tepi jalan. Dari sini orang berangkat ke Loksado dan Martapura.
Pasar terapung hanya hidup sebelum matahari naik
Waktu Terbaik
Banjarmasin memakai WITA, satu jam lebih awal daripada Jakarta. Pasar terapung mulai sekitar pukul lima pagi dan sudah bubar sebelum pukul sembilan, jadi datang siang berarti tidak melihat apa pun. Musim hujan sekitar November sampai Maret membuat permukaan sungai naik dan sebagian jalan kampung tergenang.
Kelotok bukan wisata, itu angkutan
Transportasi
Perahu kelotok bermesin adalah angkutan sehari-hari, dan menyewanya untuk susur sungai adalah cara paling masuk akal melihat kota. Sewa dari dermaga dekat Menara Pandang dan sepakati harga sebelum berangkat, biasanya per perahu. Untuk ke Loksado, jalan darat sekitar empat jam dan tidak ada angkutan umum langsung; sewa mobil dengan sopir.
Soto Banjar dimakan pagi, dan warung tutup lebih awal
Kuliner
Soto Banjar dengan ketupat adalah sarapan, bukan makan malam, dan banyak warung soto tutup sebelum tengah hari. Coba juga ketupat kandangan dan ikan patin bakar. Banyak rumah makan tutup lebih awal daripada di Jawa, jadi jangan menunda makan malam sampai lewat pukul sembilan. Hampir semua rumah makan di sini halal.
Kota religius; berpakaian tertutup saat ke masjid dan pasar
Etiket
Banjarmasin cukup religius dan pakaian tertutup adalah hal yang biasa. Untuk masuk masjid, perempuan memakai kerudung dan pakaian yang menutupi lengan; jubah pinjaman biasanya tersedia di pintu masuk. Di pasar terapung, minta izin sebelum memotret pedagang dari dekat. Mereka sedang bekerja, bukan bagian dari atraksi.
Bahasa Banjar dipakai luas di Kalimantan Selatan
Bahasa
Bahasa Banjar dipakai sehari-hari dan juga dimengerti di sebagian Kalimantan Tengah dan Timur. Kata yang berguna: ulun untuk saya dalam bentuk sopan, pian untuk Anda, dan kaya apa untuk bagaimana. Bahasa Indonesia dipahami semua orang, jadi tidak ada hambatan.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
$$
Kawasan Pegunungan Meratus tempat orang menyusuri sungai dengan rakit bambu yang dibuat baru tiap perjalanan.
$
Sungai yang membelah Banjarmasin; kelotok bermesin masih jadi angkutan sehari-hari, bukan kendaraan wisata.
$
Museum perjuangan Banjar di dalam rumah adat Bubungan Tinggi beratap curam.
$
Menara pandang gratis di tepi Sungai Martapura; dari atas terbaca pola kota yang mengikuti sungai.
$
Pulau di Sungai Barito yang dihuni kera ekor panjang, dengan altar yang masih dipakai warga.
$
Masjid raya Kalimantan Selatan di tepi Sungai Martapura, dinamai dari kitab Syekh Arsyad al-Banjari.
$
Masjid kayu abad ke-16, tertua di Kalimantan Selatan, dengan mihrab beratap terpisah.
$
Pasar terapung tertua Banjarmasin di muara Sungai Kuin, kini tinggal beberapa perahu.
$
Pasar subuh di atas perahu di Sungai Martapura; pedagangnya perempuan yang mendayung jukung.