Masjid tertua di Maluku, dibangun 1414. Rangkanya memakai pasak kayu, bukan paku, jadi bisa dibongkar pasang.
Insider tip
Perhatikan sambungan kayunya. Yang menyatukan rangka itu pasak, bukan paku, dan itulah yang dulu memungkinkan seluruh bangunan diangkat dan dipindah.
Masjid tertua di Maluku, berdiri di Negeri Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah. Tahun pembangunannya 1414. Bangunannya kecil, berdinding gaba-gaba dari pelepah sagu kering, dan setiap sambungannya memakai pasak kayu tanpa satu pun paku. Karena itu masjidnya bisa dibongkar dan disusun ulang, dan memang pernah dipindahkan ke Kampung Tehala pada 1614 saat Belanda menguasai kawasan itu.
Masjid ini menyimpan dua mushaf Al-Quran tulisan tangan: satu rampung ditulis Imam Muhammad Arikulapessy pada 1550, satu lagi Mushaf Nur Cahya yang selesai 1590. Ada juga kitab Barzanji, naskah khotbah, dan kalender Islam tua. Semuanya tidak dipajang setiap hari.
Sekitar satu jam dari Kota Ambon lewat jalur pantai utara. Bisa digabung dengan Gereja Imanuel Hila dan Benteng Amsterdam yang berdekatan. Pakai pakaian tertutup, dan minta izin pengurus sebelum masuk.