Gereja Protestan tertua yang masih dipakai di Malaysia, bangunan merah era Belanda di Dataran Merah Melaka.
Insider tip
Datang sebelum pukul 09.00 saat alun-alun masih sepi. Menjelang siang, becak hias berpengeras suara dan rombongan tur memenuhi area ini.
Kid-friendly
Gereja kecil di alun-alun datar. Di dalam masih dipakai beribadah, jadi anak perlu tenang.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Gereja Protestan tertua yang masih dipakai di Malaysia. Komunitas burgher Belanda membangunnya dari 1741 sampai 1753 untuk memperingati seratus tahun direbutnya Melaka dari Portugis. Denahnya persegi panjang 25 x 13 meter, dengan langit-langit 12 meter yang ditopang balok, masing-masing dari satu batang pohon. Sejak 1838 gereja ini dipakai Gereja Anglikan.
Gereja dan Stadthuys awalnya bercat putih. Keduanya dicat merah pada 1911, dan sejak itu merah jadi ciri bangunan era Belanda di Melaka. Pergantian agama penguasa juga terlihat di sini: setelah 1641 Belanda melarang Katolik dan mengambil alih gereja-gereja Portugis.
Gereja ini ada di Dataran Merah, bersebelahan dengan Stadthuys dan menara jam merah. Kalau masuk, berpakaian sopan dan jangan berisik saat ada ibadah. Alun-alun ini juga tempat mangkal becak hias.