Melaka, Malaysia
Ibu kota negara bagian Melaka di pantai barat Semenanjung Malaysia, didirikan Parameswara sekitar 1396 dan jadi pelabuhan besar Kesultanan Melaka. Kota ini lalu dikuasai Portugis (1511), Belanda (1641), dan Inggris. Kota tuanya, dengan Dataran Merah, Bukit St. Paul, dan pecinan Jonker Walk, masuk daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2008.
Pakaian di masjid, kuil, dan gereja
Etiket
Di Masjid Kampung Kling dan Masjid Selat Melaka, pakaian harus menutup bahu dan lutut, dan perempuan menutup rambut. Lepas sepatu sebelum masuk area salat dan kuil. Christ Church masih dipakai beribadah; jangan masuk saat misa berlangsung kecuali ikut ibadah.
Nyonya, Kristang, dan halal
Kuliner
Masakan Nyonya Melaka banyak memakai santan, dan sebagian restoran Peranakan memasak babi, jadi tanyakan dulu. Di Jonker Walk banyak gerai Tionghoa yang tidak bersertifikat halal, termasuk kedai nasi ayam bola. Kedai Melayu dan India Muslim mudah ditemukan di luar pecinan. Pegangannya logo halal JAKIM.
Datang lewat Kuala Lumpur
Transportasi
Kebanyakan orang datang lewat Kuala Lumpur, naik bus ke terminal Melaka Sentral, lalu taksi atau Grab ke kota tua. Bandara Melaka di Batu Berendam kecil dan rutenya sedikit. Di kota tua, jalan kaki saja; Dataran Merah, Bukit St. Paul, dan Jonker Walk berdekatan.
Bebas visa, termasuk lewat laut
Visa & Dokumen
Paspor Indonesia bebas visa ke Malaysia untuk kunjungan wisata singkat. Isi MDAC secara daring dalam 3 hari sebelum tiba, gratis, baik datang lewat udara, darat, maupun laut. Paspor harus berlaku minimal 6 bulan saat tiba. Cek aturan terbaru sebelum berangkat.
Hindari akhir pekan kalau bisa
Waktu Terbaik
Pasar malam Jonker Walk hanya buka Jumat sampai Minggu, pukul 18.00 sampai tengah malam, dan saat itu kota tua paling padat. Kalau ingin melihat bangunan dengan tenang, datang hari kerja dan menginap satu malam yang jatuh di hari Jumat atau Sabtu. Siang hari panas; jelajahi luar ruangan pagi dan sore.
No tours here yet. Check back soon.
Pagi sampai siang.
Local insight
$
Pecinan Melaka di Jalan Hang Jebat, rumah toko abad ke-17, dan pasar malam setiap Jumat sampai Minggu.
$
Gerbang terakhir benteng Portugis tahun 1512, satu dari sedikit sisa yang tidak dihancurkan Inggris pada 1811.
$
Gereja Protestan tertua yang masih dipakai di Malaysia, bangunan merah era Belanda di Dataran Merah Melaka.
$
Reruntuhan gereja Portugis 1566-1590 di puncak Bukit St. Paul, bangunan Eropa tertua di timur India.
$
Sungai jalur dagang Kesultanan Melaka abad ke-15, kini dilalui perahu wisata 45 menit menembus kota tua.
$
Masjid di pulau buatan Pulau Melaka yang tampak mengapung saat air pasang, diresmikan tahun 2006.
$
Masjid 1748 dengan menara mirip pagoda, salah satu masjid tertua di Semenanjung Melayu.
$$
Rumah keluarga Peranakan Chan sejak 1861 di Jalan Tun Tan Cheng Lock, kini museum rumah yang masih dirawat keturunannya.
$
Balai kota Belanda tahun 1650 yang kini jadi Muzium Sejarah dan Etnografi Melaka.
$
Kuil Tionghoa tertua yang masih berfungsi di Malaysia, didirikan para Kapitan Cina pada 1645.