HistoryMonumen berbentuk melati lima kelopak untuk mengenang Pertempuran Lima Hari Lima Malam.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Naik sampai lantai teratas. Dari jendelanya terlihat Masjid Agung dan Jembatan Ampera dari sudut yang jarang difoto.
Monumen dan museum di Jl. Merdeka, pusat kota, untuk mengenang pertempuran lima hari lima malam di Palembang pada masa Agresi Militer Belanda. Batu pertamanya diletakkan 17 Agustus 1975 dan museumnya diresmikan 23 Februari 1988. Bentuknya melati berkelopak lima, tingginya 17 meter, dengan delapan jalur dan 45 bidang yang melambangkan 17-8-1945.
Lima kelopak melatinya mewakili lima keresidenan yang dulu tergabung dalam Sub Komandemen Sumatera Selatan: Palembang, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka-Belitung.
Ada di seberang Masjid Agung, jadi mudah digabung dengan Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera dengan jalan kaki. Satu jam cukup.