Bekas kediaman residen Belanda di tepi Musi, kini museum sejarah Palembang dan Sriwijaya.
Insider tip
Bagian koleksi songket paling menarik tapi ruangannya kecil dan mudah terlewat. Tanya petugas di mana letaknya begitu masuk.
Museum yang menempati bangunan bekas kediaman residen Belanda, berdiri di atas bekas keraton kesultanan Palembang yang dihancurkan pada 1821. Koleksinya mencakup peninggalan masa Sriwijaya, kain songket, senjata, dan benda-benda kesultanan. Letaknya persis di tepi Sungai Musi, dekat Jembatan Ampera.
Museum ini berdiri di atas reruntuhan keraton yang diratakan Belanda setelah perang melawan Sultan Mahmud Badaruddin II. Bangunan penjajah berdiri di atas istana yang dikalahkannya.
Tiketnya murah dan bangunannya tidak besar, sekitar satu jam cukup. Letaknya bersebelahan dengan Benteng Kuto Besak, jadi gabungkan keduanya.