Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Negeri adat di Pulau Haruku yang menjaga ikan lompa dengan aturan sasi sejak abad ke-17.
Insider tip
Di luar musim panen, minta bertemu kewang di baileo. Mereka biasanya mau menjelaskan aturan sasi dan menunjukkan muara tempat lompa masuk.
Negeri adat di Pulau Haruku, di seberang timur Pulau Ambon. Warganya menjaga ikan lompa, sejenis ikan kecil mirip teri, dengan aturan adat sasi yang diperkirakan berlaku sejak sekitar 1600-an. Saat anakan lompa muncul sekitar April sampai Mei, sasi ditutup. Panen bersama baru dilakukan lima sampai tujuh bulan kemudian. Pada 1985 masyarakat Haruku menerima Kalpataru.
Sasi adalah larangan adat mengambil hasil laut atau hutan selama masa tertentu, diawasi kewang yang dipilih dari tiap soa. Di Haruku, sasi lompa menggabungkan sasi laut dan sasi sungai, karena ikan ini masuk ke muara.
Ke Haruku naik speedboat dari Tulehu, sekitar 30 menit. Panen lompa (buka sasi) tidak punya tanggal tetap; kewang menentukannya dari tanda alam, biasanya lima sampai tujuh bulan setelah sasi ditutup. Tanyakan jadwalnya ke negeri sebelum berangkat.