Desa adat di puncak bukit di Nias Selatan, dengan deretan rumah adat dan batu megalit di tengah kampung.
Insider tip
Ini kampung yang masih dihuni, bukan museum. Minta izin sebelum memotret orang atau masuk ke rumah.
Kids: plan ahead
Masuk desa lewat 77 anak tangga batu, jadi kereta dorong tidak bisa naik. Jalan dan halaman desa dari batu dan panas di siang hari. Bawa gendongan untuk balita dan datang pagi.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Bawömataluo ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, sekitar 15 km dari Teluk Dalam, di ketinggian sekitar 324 meter. Rumah adatnya, omo hada, berderet di kedua sisi jalan batu dan dibangun di atas tiang kayu tanpa paku. Di tengah desa ada omo sebua, rumah kepala adat, dan batu-batu megalit berbentuk meja. Pemerintah mengusulkannya ke daftar sementara Warisan Dunia UNESCO pada 2009.
Nama Bawömataluo berarti bukit matahari. Desa-desa di selatan Nias dulu dibangun di tempat tinggi dan dipagari batu karena perang antardesa sering terjadi. Lompat batu berasal dari latihan melompati benteng desa lawan.
Masuk desa lewat 77 anak tangga batu dari kaki bukit. Dari Teluk Dalam naik motor atau mobil sewaan. Datang pagi atau sore. Jalan batu di tengah desa panas di siang hari.