Sumatera Utara, Indonesia
Pulau di barat Sumatra, dengan Gunungsitoli sebagai satu-satunya kota dan pintu masuknya. Dari Medan ada penerbangan sekitar satu jam ke Bandara Binaka. Rumah adat, batu megalit, dan lompat batu ada di desa-desa Nias Selatan, sekitar Teluk Dalam. Ombak Sorake di ujung selatan pulau dikenal peselancar dari banyak negara.
April sampai September untuk ombak besar
Waktu Terbaik
Ombak Sorake paling besar antara April dan September dan bisa sangat tinggi saat purnama. Bulan-bulan itu penginapan di tepi Teluk Lagundri paling ramai. Kalau tujuan utamanya desa adat dan bukan selancar, bulan lain lebih sepi.
Desa adat itu kampung yang dihuni
Etiket
Bawömataluo dan desa adat lain di Nias Selatan masih ditinggali keluarga, bukan museum terbuka. Minta izin sebelum memotret orang, masuk ke rumah, atau duduk di batu megalit. Sebagian besar orang Nias beragama Kristen Protestan. Minggu pagi banyak warga ke gereja, jadi jangan menjadwalkan kunjungan desa saat jam ibadah.
Sapa dengan ya'ahowu
Bahasa
Orang Nias menyapa dengan ya'ahowu, yang kira-kira berarti semoga diberkati. Salam ini dipakai saat bertemu, berpisah, dan di acara resmi. Bahasa Indonesia dipahami di kota. Ucapkan ya'ahowu lebih dulu, sapaan ini dipakai di mana pun di pulau.
Tanyakan bahan sebelum memesan
Kuliner
Karena mayoritas warga Nias Kristen, daging babi biasa dimasak di warung dan acara adat. Pelancong Muslim sebaiknya bertanya dulu. Di Gunungsitoli ada komunitas Muslim lama, termasuk keturunan Aceh yang disebut orang Polem. Di sana mencari makanan halal lebih mudah daripada di desa-desa selatan.
Terbang ke Binaka, lalu jalan darat ke selatan
Transportasi
Dari Kualanamu, Medan, penerbangan ke Bandara Binaka di Gunungsitoli sekitar 55 menit. Jalur lain lewat darat ke Sibolga lalu kapal feri sekitar 12 jam. Desa adat dan ombak Sorake ada di Nias Selatan, sekitar Teluk Dalam, jadi siapkan perjalanan darat beberapa jam dari bandara. Sewa mobil dengan sopir atau naik travel.
No tours here yet. Check back soon.
Sore hari
Local insight
History$
Gua prasejarah di Gunungsitoli dengan jejak hunian manusia sekitar 12.000 tahun lalu.
$
Desa adat di puncak bukit di Nias Selatan, dengan deretan rumah adat dan batu megalit di tengah kampung.
Culture$
Pemuda Nias melompati tumpukan batu yang tingginya sekitar dua meter. Dulu latihan perang, sekarang tanda kedewasaan.
$
Museum budaya Nias di Gunungsitoli. Koleksinya dikumpulkan seorang pastor Kapusin sejak 1972.
$
Taman tepi laut Gunungsitoli yang dibangun di atas reruntuhan gempa 2005.
$$
Teluk berbentuk tapal kuda di ujung selatan Nias. Ombak kanannya dikenal peselancar dari banyak negara.