Masjid abad ke-19 peninggalan pedagang Muslim India di tengah kawasan Warisan Dunia George Town.
Insider tip
Kalau kamu Muslim, salat di sini lalu makan nasi kandar di sekitar Lebuh Chulia. Hidangan itu lahir dari pedagang Tamil Muslim yang dulu berjualan ke buruh pelabuhan George Town.
Kids: plan ahead
Masjid aktif: anak perlu tenang, dan pakaian harus menutup bahu dan lutut. Datang di luar waktu salat.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Masjid yang dibangun pedagang Muslim India di sudut Lebuh Buckingham dan Jalan Masjid Kapitan Keling. Sejarahnya berawal dari awal 1800-an. Wujudnya yang sekarang, dengan dinding kuning oker, lantai marmer putih, dan lengkung tapal kuda di dalam, berasal dari perluasan pada 1930.
Pada 1801 Letnan Gubernur George Leith mengangkat Cauder Mohuddeen, mandor kapal dari Porto Novo di India selatan, sebagai kapitan komunitas India Selatan dan memberinya tanah untuk masjid. Kata keling dulu sebutan biasa untuk orang India, tetapi sekarang dianggap menghina. Jangan memakainya di luar nama masjid ini.
Masjid ini masih dipakai salat lima waktu. Pengunjung non-Muslim bisa masuk di luar waktu salat. Hindari Jumat siang. Pakaian harus menutup bahu dan lutut, dan perempuan menutup rambut.