Wihara tertua di Pontianak di tepi Sungai Kapuas, gabungan tiga kelenteng sejak 1906.
Insider tip
Datang menjelang Imlek. Seluruh bangunan dibersihkan dan lampionnya diganti, dan antrean orang bersembahyang panjang sampai jalan.
Kids: plan ahead
Pengunjung boleh masuk, tapi jangan berdiri di depan altar saat orang sembahyang. Menjelang Imlek antreannya panjang sampai jalan. Letaknya dekat tepi Kapuas.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Wihara tertua di Kota Pontianak, juga disebut Kelenteng Tri Darma Bhakti. Berawal dari penggabungan tiga kelenteng pada 1906: Dewi Samudra (Ma Cou), Putera Naga, dan Tua Pek Kong. Bangunannya beberapa kali dipugar tetapi masih memakai sambungan kayu tanpa paku besi.
Pengelola mencatat pot sembahyang Langit Bumi sudah ada sejak 1673 dan lonceng Tua Pek Kong sejak 1789. Itu lebih tua dari kota Pontianak sendiri, walau angka ini diperdebatkan budayawan.
Letaknya di tepi Kapuas dekat Pasar Kapuas Indah, jadi mudah digabung dengan jalan-jalan ke tepi sungai. Pengunjung boleh masuk. Jangan berdiri di depan altar saat orang sedang sembahyang.