Kompleks makam raja-raja Sumenep di bukit Kebon Agung, tujuan ziarah yang ramai saat Ramadan.
Insider tip
Diam dan jangan memotret peziarah yang sedang berdoa. Gapura dan ukiran nisan boleh difoto dari luar cungkup.
Kids: plan ahead
Area makam yang dipakai berziarah. Anak harus tenang dan alas kaki dilepas.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Kompleks makam para raja, pembesar, dan kerabat keraton Sumenep di dataran tinggi bukit Kebon Agung. Kompleksnya terbagi dua bagian. Menurut NU Online, bagian barat dibangun Pangeran Rama (Cokronegoro II) sekitar 1695, lalu disempurnakan Panembahan Somala. Sumber lain menulis tahun pembangunan 1750 atau 1763.
Makam ini bukan sekadar situs sejarah. Bagi warga Madura, ziarah ke makam leluhur dan ulama adalah bagian dari ibadah.
Letaknya di bukit di barat laut pusat kota, beberapa menit berkendara. Ramai peziarah saat Ramadan. Siapkan diri untuk melepas alas kaki di area makam.