Jawa Timur, Indonesia
Kota di ujung timur Pulau Madura, bekas pusat Kadipaten Sumenep. Keraton, Masjid Jamik, dan makam raja Asta Tinggi masih berdiri di dalam kota. Dari Surabaya orang datang lewat Jembatan Suramadu lalu menyusuri Madura ke timur. Dari Kalianget dan Dungkek perahu berangkat ke Gili Labak dan Gili Iyang.
Bahasa Madura dipakai di mana-mana
Bahasa
Bahasa Madura adalah bahasa sehari-hari di Sumenep,. Di kota bahasa Indonesia dipahami, tetapi di pulau seperti Gili Labak banyak warga hanya berbahasa Madura. Sakalangkong berarti terima kasih.
Berpakaian tertutup di masjid dan makam raja
Etiket
Masjid Jamik dan Asta Tinggi adalah tempat ibadah dan ziarah, bukan sekadar situs sejarah. Laki-laki memakai celana panjang, perempuan menutup lengan dan kaki dan membawa kerudung. Lepas alas kaki di area makam. Di desa, sapa orang yang lebih tua lebih dulu dan berpakaian sopan, karena kehidupan pesantren masih kuat di Sumenep.
Kaldu kokot, sarapan khas Sumenep
Kuliner
Kaldu kokot adalah kikil sapi dan kacang hijau dalam kuah kental berbumbu bawang, jahe, dan pala. Dulu disajikan untuk tamu penting dan kerabat keraton. Kini dijual di banyak warung, biasanya dengan lontong atau singkong goreng. Satu porsi tercatat Rp30.000 sampai sekitar Rp60.000, tergantung isi.
Lewat Suramadu, lalu perahu ke pulau
Transportasi
Dari Surabaya orang menyeberang lewat Jembatan Suramadu lalu berkendara menyusuri Madura ke ujung timur. Bandara Trunojoyo di Sumenep melayani penerbangan ke Surabaya. Untuk Gili Labak, sewa perahu nelayan dari Pelabuhan Kalianget. Untuk Gili Iyang, perahu berangkat dari Pelabuhan Dungkek, sekitar 30 km di timur kota.
Musim karapan sapi Agustus sampai Oktober
Waktu Terbaik
Beberapa kota di Madura menggelar karapan sapi pada Agustus dan September, dengan final akhir September atau Oktober. Jadwal tiap tahun diumumkan panitia, jadi cek dulu. Saat menonton, berdiri di balik pagar dan ikuti arahan panitia. Pada final Piala Bupati 2025 di Lapangan Giling, tembok keliling lapangan runtuh karena penonton meluber ke atasnya.
No tours here yet. Check back soon.
Tidak tetap; tanyakan jadwal setempat.
Local insight
$
Kompleks makam raja-raja Sumenep di bukit Kebon Agung, tujuan ziarah yang ramai saat Ramadan.
$
Benteng Belanda segi empat dari 1785, satu-satunya bangunan benteng di Pulau Madura.
$
Pulau di timur Sumenep yang dijuluki pulau oksigen karena kualitas udaranya.
$$
Pulau kecil sekitar 5 hektare berpasir putih di tenggara Pulau Poteran, bisa dikelilingi kurang dari sejam.
$
Keraton abad ke-18 yang masih utuh di Madura, kini museum dengan kereta kencana dan koleksi Sultan Abdurrahman.
$
Bekas kota industri garam Belanda di Kalianget, dengan gedung tua milik PT Garam dan pembangkit listrik 1914.
$
Masjid 1779 sampai 1787 dengan gapura bergaya campuran, menghadap alun-alun kota.
$
Pantai pasir putih di Batang-Batang yang ditumbuhi cemara udang di sepanjang tepinya.
$
Pantai nelayan di pesisir utara Sumenep yang ramai saat matahari terbenam.
$
Alun-alun kota di seberang Masjid Jamik, tempat warga berkumpul sore dan malam.