Keraton abad ke-18 yang masih utuh di Madura, kini museum dengan kereta kencana dan koleksi Sultan Abdurrahman.
Insider tip
Minta pemandu museum menceritakan asal kereta kencananya. Ceritanya lebih menarik daripada papan keterangan di depannya.
Kid-friendly
Kompleks datar di pusat kota. Anak bisa melihat kereta kencana. Panas di siang hari.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Bangunan keraton yang tersisa sekarang dibangun pada 1750 sampai 1762 di masa Gusti Raden Ayu Tirtonegoro dan Bindara Saod, lalu dilanjutkan Panembahan Somala. Arsiteknya Louw Phia Ngo, keturunan Tionghoa, dan gayanya mencampur unsur Islam, Eropa, Tionghoa, dan Jawa. Gerbang masuknya disebut Labang Mesem. Sebagian kompleks kini jadi museum dengan kereta kencana, keramik, senjata, dan peninggalan Sultan Abdurrahman.
Keraton ini kediaman adipati dan raja Sumenep, dan juga pusat pemerintahan. Arsitek yang sama kemudian membangun Masjid Jamik.
Letaknya di pusat kota, dekat alun-alun dan Masjid Jamik, jadi ketiganya bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Datang pagi, sebelum siang yang panas.