Masjid 1779 sampai 1787 dengan gapura bergaya campuran, menghadap alun-alun kota.
Insider tip
Laki-laki memakai celana panjang. Perempuan membawa kerudung dan pakaian yang menutup lengan.
Kids: plan ahead
Tempat ibadah. Anak diminta tenang, dan semua berpakaian tertutup. Hindari jam salat.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Masjid yang juga disebut Masjid Agung Sumenep ini dibangun pada 1779 sampai 1787 di masa Panembahan Somala, setelah kompleks keraton selesai. Arsiteknya sama dengan keraton, Lauw Piango. Gapura depannya yang tebal dan bertingkat jadi ciri kota Sumenep. Masjid ini menghadap Alun-alun Sumenep.
Sebelum masjid ini berdiri, masjid keraton ada di belakang keraton dan dikenal sebagai Masjid Laju. Masjid Jamik dibangun untuk keluarga keraton dan warga.
Terbuka untuk pengunjung di luar waktu salat. Salat Jumat sangat ramai. Gapura paling bagus difoto dari sisi alun-alun pada sore hari.