Benteng Belanda abad ke-17 di pusat Kota Ternate, dulu pusat kekuasaan VOC atas cengkih.
Insider tip
Naik ke tembok dan lihat ke laut. Dari sana jelas kenapa benteng ditaruh di sini: langsung menghadap jalur kapal di depan Ternate.
Kid-friendly
Bentengnya di tengah kota dan bisa dijalani kaki dari pasar. Sebagian bangunan masih kantor dan tertutup. Awasi anak saat naik ke tembok.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Benteng yang dibangun Cornelis Matelief de Jonge pada 1607 di atas bekas permukiman bernama Malayu. Dari sini Belanda mengendalikan perdagangan cengkih Ternate. Di dalamnya ada bangunan bergaya Indis, dan setelah kemerdekaan kompleksnya dipakai TNI AD dan kepolisian.
Di sekitar benteng dulu tinggal pedagang Tionghoa, Arab, Melayu, dan Makassar. Kampung-kampung di luar temboknya adalah sisa kota dagang rempah itu.
Ada di tengah kota dan bisa dijalani kaki dari pasar dan pelabuhan. Sebagian bangunan di dalamnya masih dipakai kantor, jadi tidak semua bagian terbuka.