Maluku Utara, Indonesia
Kota di pulau gunung api Gamalama, pusat Kesultanan Ternate sejak sekitar abad ke-13. Cengkih dari pulau ini membuat Portugis, Spanyol, dan Belanda membangun benteng di sekelilingnya, dan banyak yang masih berdiri. Tidore, kesultanan saingannya, hanya satu penyeberangan pendek di seberang selat.
Melayu Ternate: kita berarti saya
Bahasa
Bahasa sehari-hari di kota adalah Melayu Ternate. Kata yang sering membingungkan pendatang: kita berarti saya, ngana berarti kamu, dan dorang berarti mereka. Bahasa Ternate sendiri dipakai di lingkungan adat dan kesultanan. Bahasa Indonesia dimengerti semua orang.
Berpakaian tertutup ke masjid dan kedaton kesultanan
Etiket
Ternate dan Tidore kota kesultanan Islam, dan kesultanannya masih aktif. Saat masuk Masjid Sultan, Kedaton Ternate, atau Kadato Kie di Tidore, pakai pakaian tertutup: celana panjang untuk laki-laki, lengan panjang dan kerudung untuk perempuan di masjid. Minta izin sebelum memotret upacara adat atau anggota keluarga sultan.
Gohu ikan dan papeda, dengan cabai yang serius
Kuliner
Coba gohu ikan, ikan tuna atau cakalang mentah yang diolah dengan jeruk, bawang, cabai, dan kemangi. Papeda dari sagu dimakan dengan ikan kuah kuning. Sambalnya pedas, jadi minta dipisah kalau tidak biasa. Mayoritas rumah makan di Ternate halal.
Satu jalan lingkar mengelilingi pulau, speedboat ke Tidore
Transportasi
Bandara Sultan Babullah ada di utara kota. Hampir semua tempat menarik ada di satu jalan lingkar yang mengelilingi Pulau Ternate, jadi sewa mobil atau motor untuk sehari sudah cukup. Ke Tidore dan Maitara, naik speedboat dari pelabuhan di selatan kota. Penyeberangannya pendek, tetapi berhenti saat ombak besar.
Zona WIT dan status Gamalama
Waktu Terbaik
Ternate memakai WIT, dua jam lebih awal dari Jakarta. Gamalama gunung api aktif, jadi cek status PVMBG sebelum berangkat, terutama kalau berencana mendaki. Abu letusan kadang menutup bandara sementara. Pagi hari biasanya paling cerah untuk melihat puncak gunung sebelum tertutup awan.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
Showing 12 of 13
$
Benteng Belanda abad ke-17 di pusat Kota Ternate, dulu pusat kekuasaan VOC atas cengkih.
$
Benteng Portugis 1522 di atas bukit kecil di Ternate Utara, menghadap laut.
$$
Gunung api setinggi 1.716 meter yang membentuk seluruh Pulau Ternate.
$
Istana sultan dua lantai yang dibangun 1813 dan sejak 1982 juga menjadi museum.
$
Pantai berpasir hitam di utara Ternate dengan teluk kecil berair jernih untuk snorkeling.
$$
Pulau kecil antara Ternate dan Tidore yang pemandangannya ada di uang seribu rupiah.
$
Bentangan batu lava hitam dari kaki Gamalama sampai ke pesisir Kulaba.
$
Masjid kesultanan di Soa Sio, satu kompleks dengan kedaton, dikenal warga sebagai Sigi Lamo.
$
Reruntuhan benteng Portugis 1522 di barat daya Ternate, disebut benteng kolonial pertama di Maluku.
$
Dua danau kawah di kaki Gamalama, muncul setelah letusan 1775 yang menghapus satu desa.
$
Benteng Spanyol 1610–1615 di atas bukit Soasio, Tidore.
$
Istana Sultan Tidore di Soasio, didirikan kembali pada 2004 sampai 2010.