Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Pulau sabana di selatan Flores dengan dua pintu masuk udara: Waingapu di Sumba Timur dan Tambolaka di Sumba Barat Daya. Titik kotanya Waingapu. Kampung adat beratap menara, kubur batu megalit, dan kepercayaan Marapu masih hidup di sini, terutama di bagian barat pulau.
Sumba Timur dan Sumba Barat memakai bahasa yang berbeda
Bahasa
Sumba Timur memakai bahasa Kambera, sedangkan bagian barat pulau punya beberapa bahasa sendiri seperti Wewewa dan Kodi. Bahasa Indonesia dipahami di kota dan sebagian besar kampung. Di kampung adat, yang berbicara mewakili kampung biasanya tetua atau rato; tanyakan izin kepadanya, bukan ke anak-anak yang menyambut di gerbang.
Kampung adat adalah rumah orang: minta izin, isi buku tamu, dan berpakaian sopan
Etiket
Kampung adat di Sumba masih dihuni dan masih menjalankan Marapu. Isi buku tamu dan beri sumbangan di pintu masuk. Pakai pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut, terutama saat diajak masuk ke rumah adat. Jangan duduk atau berdiri di atas kubur batu, dan jangan masuk ke rumah tanpa diundang. Anak-anak sering meminta permen atau uang; lebih baik memberi alat tulis lewat sekolah atau tetua kampung.
Waingapu punya rumah makan Muslim; di pesta adat babi dan anjing biasa disajikan
Kuliner
Di Waingapu dan Waikabubak ada komunitas Muslim dan rumah makan bertanda halal, jadi makanan halal mudah dicari di kota. Di kampung dan pesta adat, daging babi biasa disajikan, dan di sebagian tempat juga daging anjing. Tanyakan isi masakan kalau ragu. Sirih pinang akan ditawarkan sebagai tanda menerima tamu; menolak dengan sopan tidak dianggap kasar.
Dua bandara, jarak jauh, dan angkutan umum terbatas: sewa mobil dengan sopir
Transportasi
Sumba punya dua bandara: Umbu Mehang Kunda di Waingapu untuk Sumba Timur dan Tambolaka di Sumba Barat Daya untuk bagian barat. Perjalanan darat Waingapu ke Waikabubak lebih dari tiga jam. Angkutan umum ada di jalur utama tetapi tidak menjangkau pantai dan kampung adat, jadi kebanyakan orang menyewa mobil dengan sopir. Pilih bandara masuk dan keluar yang berbeda supaya tidak bolak-balik menyeberang pulau.
Pasola Februari sampai Maret, tetapi tanggalnya ditentukan rato menurut nyale
Waktu Terbaik
Pasola, permainan lempar lembing kayu dari atas kuda, digelar di Kodi, Lamboya, Wanokaka, dan Gaura sekitar Februari sampai Maret. Tanggal pastinya ditentukan para rato setelah melihat kemunculan nyale (cacing laut) saat bulan purnama, jadi baru diketahui mendekati hari H; jangan percaya jadwal yang dipatok jauh hari. Sabana Sumba Timur hijau sekitar Desember sampai April dan cokelat keemasan saat kemarau.
No tours here yet. Check back soon.
Pagi dan sore, saat kawanan bergerak ke tempat minum
Local insight
$
Air terjun bertingkat di ngarai batu Sungai Mondu, sekitar 46 km di utara Waingapu.
$
Perbukitan sabana bergelombang yang hijau saat hujan dan cokelat keemasan saat kemarau.
$
Kampung di bukit dekat Waikabubak dengan 38 rumah adat beratap menara.
$
Kampung tepi laut di Kodi dengan atap menara tertinggi di Sumba dan kubur batu di pantai.
Culture$
Kampung adat Marapu di bukit tengah kota Waikabubak, pusat ritual Wula Podu.
$
Kampung Kodi di seberang muara dari Ratenggaro, dengan sekitar 1.400 dolmen.
History$
Kubur batu raja-raja Anakalang di lembah tengah Sumba bagian barat.
$
Pantai pasir putih yang bersebelahan dengan sabana tempat kuda Sumba merumput bebas.
$
Pantai landai dengan pohon bakau kerdil yang siluetnya terlihat seperti orang menari saat senja.
$$
Laguna air asin berwarna biru kehijauan yang dipisahkan dari laut oleh dinding karang.
$
Air terjun bertingkat 90 meter di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru.
$
Kampung raja Rende di Sumba Timur dengan kubur batu megalit seberat berton-ton.