Luang Prabang, Laos
Ibu kota Provinsi Luang Prabang di Laos utara, di semenanjung antara Sungai Mekong dan Nam Khan. Kota tuanya masuk Warisan Dunia UNESCO sejak 1995 dan punya lebih dari 30 wat Buddha. Setiap pagi biksu berjalan menerima sedekah di jalan utama. Dari Vientiane, kota ini bisa dicapai dengan kereta Laos-Tiongkok yang dibuka Desember 2021.
Sedekah pagi (sai bat)
Etiket
Setiap pagi sekitar 05.30-06.30 (Maret-Oktober) atau 06.00-07.00 (November-Februari) biksu berjalan menerima sedekah. Pakaian harus menutup bahu, dada, dan kaki. Diam, jangan menyentuh biksu, jangan pakai lampu kilat, dan beri jarak minimal 5 meter kalau hanya menonton. Ikut memberi hanya kalau itu bermakna bagimu.
Halal sulit, tanya dulu
Kuliner
Restoran halal di Luang Prabang sedikit, kebanyakan rumah makan India di kota tua. Masakan Lao banyak memakai babi, sosis Luang Prabang dari babi, dan saus ikan fermentasi. Yang aman dicoba: ketan, kaipen (lembaran rumput sungai kering), dan ikan Mekong bakar, asal tanya dulu soal saus dan minyaknya.
Bandara, kereta, dan tuk-tuk
Transportasi
Bandara Luang Prabang hanya 4 km dari kota. Dari bandara ada taksi tarif tetap 50.000 kip per rombongan, karena tuk-tuk tidak boleh menjemput di sana. Dari Indonesia biasanya transit di Bangkok atau Hanoi. Dari Vientiane ada kereta Laos-Tiongkok. Stasiun Luang Prabang ada di luar kota tua, jadi sambung dengan tuk-tuk.
Bawa kip tunai
Uang
Mata uangnya kip (LAK). Tiket wat, Kuang Si, Pak Ou, dan tuk-tuk ditulis dan dibayar dalam kip, jadi siapkan uang tunai pecahan kecil. Tukar sebagian uang di bandara atau di bank kota tua.
Bebas visa 30 hari
Visa & Dokumen
Paspor biasa Indonesia bebas visa 30 hari di Laos, menurut daftar resmi Departemen Imigrasi Laos. Paspor harus berlaku minimal enam bulan saat masuk. Sejak September 2025, Bandara Luang Prabang memakai formulir imigrasi digital (LDIF) di immigration.gov.la yang diisi sebelum tiba. Cek aturan terbaru sebelum berangkat.
No tours here yet. Check back soon.
Luang Prabang
Pagi, saat lembaran kertas dijemur di bawah matahari.
Local insight
$
Wat kerajaan dari tahun 1560 di ujung semenanjung, dengan atap bertumpuk yang turun hampir ke tanah.
$
Air terjun bertingkat 29 km di selatan kota, jatuh 60 meter ke kolam-kolam batu kapur.
$
Bukit 100 meter di tengah kota tua, 328 anak tangga ke stupa Wat Chom Si.
$
Bekas istana raja dari 1904-1909, kini museum, di tengah jalan utama kota tua.
Shopping$
Sekitar 250 pedagang kerajinan di Jalan Sisavangvong yang ditutup untuk kendaraan setiap sore.
$
Wat terbesar di Luang Prabang, atap empat tingkat dan relief emas di dinding depan.
$$
Gua di tebing Mekong berisi ribuan arca Buddha kecil, 1,5 jam naik perahu ke hulu.