Kalimantan Tengah, Indonesia
Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat dan pintu masuk ke Taman Nasional Tanjung Puting. Kota ini didirikan pada 1806 dan menjadi pusat Kesultanan Kotawaringin setelah istana lama di Kotawaringin Lama ditinggalkan. Orang datang untuk naik klotok ke Camp Leakey.
Melayu Kotawaringin dan Banjar
Bahasa
Orang Pangkalan Bun berbicara Melayu Kotawaringin, dan bahasa Banjar juga banyak dipakai. Banyak pendatang dari Jawa yang datang lewat transmigrasi dan perkebunan. Awak klotok biasanya bisa sedikit bahasa Inggris karena tamunya banyak dari luar negeri.
Aturan di jalur orangutan
Etiket
Ikuti arahan pemandu dan petugas taman. Jaga jarak dari orangutan, jangan memberi makan, dan jangan memakai lampu kilat. Jangan berdiri di antara induk dan anaknya. Kalau sedang flu atau batuk, beri tahu pemandu, karena orangutan bisa tertular penyakit manusia.
Makan di klotok sudah termasuk paket
Kuliner
Di klotok ada juru masak yang menyiapkan tiga kali makan, biasanya ikan sungai, sayur, dan nasi. Sampaikan pantangan makan saat memesan, karena di sungai tidak ada warung. Di kota, cari masakan Banjar dan ikan patin, dan beli camilan di Kumai sebelum naik perahu.
Terbang ke Iskandar, lalu ke Kumai
Transportasi
Bandara Iskandar ada di Pangkalan Bun dengan penerbangan dari Jakarta dan beberapa kota di Jawa. Dari bandara ke dermaga Kumai sekitar setengah jam, dan operator klotok biasanya menjemput. Angkutan umum dalam kota sedikit. Pakai taksi bandara atau ojek daring kalau tersedia.
Kemarau lebih nyaman, tetapi waspadai asap
Waktu Terbaik
Kalimantan Tengah memakai WIB. Musim kemarau sekitar Juni sampai September membuat jalur hutan kering dan nyaman. Pada tahun kering, kebakaran lahan gambut bisa membawa asap tebal sekitar Agustus sampai Oktober. Cek kabar kabut asap sebelum berangkat, karena penerbangan bisa terganggu.
No tours here yet. Check back soon.
Pangkalan Bun (Tanjung Puting)
Pagi hari, saat air tenang dan memantulkan pohon
Local insight
$
Rumah panggung kayu ulin di Kotawaringin Lama, tempat tinggal keturunan Sultan Kotawaringin.
$$
Pusat penelitian dan rehabilitasi orangutan yang didirikan Biruté Galdikas pada 1971 di hulu Sungai Sekonyer.
$
Istana Kesultanan Kotawaringin di tengah Pangkalan Bun, dibangun ulang setelah terbakar pada 1986.
$
Masjid kayu ulin berbentuk joglo di Kotawaringin Lama, dari masa awal Islam di Kotawaringin.
$
Pantai nelayan menghadap Laut Jawa dengan pasir kecokelatan dan dermaga kayu ke laut.
$$$
Perjalanan dua sampai tiga hari di atas perahu kayu bertingkat, tidur di dek, dari Kumai sampai Camp Leakey.
$$
Taman nasional seluas lebih dari 400 ribu hektare di Kalimantan Tengah, terkenal karena konservasi orangutan.
$$
Pos pertama di jalur Sungai Sekonyer, dengan tempat pemberian makan orangutan dan pusat informasi.
$
Kota pelabuhan di Sungai Kumai, titik berangkat klotok ke Tanjung Puting.
$
Sungai yang membelah Pangkalan Bun, dengan perahu penyeberangan dan rumah di atas air.