Papua Pegunungan, Indonesia
Ibu kota Kabupaten Jayawijaya di Lembah Baliem, sekitar 1.600 meter di atas laut. Hampir semua pengunjung datang dengan pesawat dari Jayapura, karena jalan darat belum jadi pilihan praktis. Kota ini pusat kehidupan suku Hubula (Dani), Lani, dan Yali, dan situasi keamanannya perlu dicek sebelum berangkat.
Bahasa Indonesia dipakai luas; sapaan setempat dihargai
Bahasa
Bahasa Indonesia dipakai di kota dan dipahami di kebanyakan kampung dekat Wamena. Bahasa ibu warga berbeda-beda: Hubula (Dani), Lani, Yali, Walak. Sapaan yang sering diajarkan pemandu adalah nayak untuk menyapa laki-laki dan laok untuk menyapa perempuan. Wa wa diucapkan sebagai salam dan tanda terima kasih.
Minta izin sebelum memotret, dan sepakati imbalannya
Etiket
Memotret orang, honai, atau mumi biasanya diikuti permintaan imbalan, dan itu wajar karena Anda memakai waktu dan citra mereka. Tanyakan dulu, sepakati jumlahnya, baru memotret. Babi adalah harta keluarga, bukan ternak biasa; menabrak atau melukai babi di jalan bisa berujung denda adat yang besar. Minuman beralkohol dilarang di Jayawijaya.
Datang dengan pesawat dari Jayapura, dan jangan berkendara malam
Transportasi
Akses praktis ke Wamena hanya lewat udara. Penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura, sekitar 40 menit dan dilayani beberapa maskapai, ada juga penerbangan dari Timika. Kursi cepat habis menjelang Agustus dan Desember. Di kota ada taksi bandara, angkutan minibus bertrayek, dan becak; sepakati tarif sebelum naik. Untuk keluar kota, sewa mobil dengan sopir setempat dan pulang sebelum gelap.
Harga mahal karena barang diterbangkan; bawa uang tunai pecahan kecil
Uang
Hampir semua barang dari luar, termasuk bensin, datang lewat pesawat, jadi harga di Wamena jauh di atas Jayapura. Bawa uang tunai cukup, dengan pecahan kecil untuk biaya kunjungan kampung, imbalan foto, dan angkutan. ATM ada di kota, tetapi tidak ada di kampung-kampung di luar Wamena.
Agustus untuk festival, dan selalu cek situasi keamanan terbaru
Waktu Terbaik
Festival Budaya Lembah Baliem diadakan tiap Agustus, sekitar pekan kedua, dan penginapan penuh jauh hari. Di luar festival kota lebih tenang dan harga lebih wajar. Wamena pernah dilanda kerusuhan besar pada September 2019, dan sebagian wilayah Papua Pegunungan masih mengalami gangguan keamanan. Cek berita terbaru dan tanyakan penginapan atau pemandu sebelum pergi ke distrik di luar kota.
No tours here yet. Check back soon.
Wamena
Sepanjang tahun
Local insight
$$$
Danau di kaki Gunung Trikora, sekitar 3.300 meter, di dalam Taman Nasional Lorentz.
$
Gua kapur di Distrik Kurulu dengan pilar batu alami dan stalaktit.
$
Gua kapur di tengah hutan pinus dengan dua aula besar dan dinding yang berbunyi seperti gendang.
$$
Jembatan gantung di atas Sungai Baliem di Kurima, gerbang jalur trekking ke selatan lembah.
$$
Lembah sepanjang 80 km di Pegunungan Jayawijaya, rumah suku Hubula, Walak, dan Lani.
$$
Mumi berasap seorang kepala perang di Kampung Aikima, dijaga keluarganya sampai sekarang.
$
Telaga hijau kebiruan di Distrik Maima yang dipercaya warga sebagai asal manusia pertama.
$$
Rumah bundar beratap jerami tanpa jendela, dengan pembagian rumah laki-laki, perempuan, dan babi.